Kamis, 04 Juni 2015

Cuplikan Kehidupan

 
Ya Allah, lagi - lagi aku tebangun berbarengan dengan adzan subuh. Kali ini aku mengkhianati jam alarmku yang seharusnya terbangun 2 jam sebelumnya. Aku langsung pergi ke kamar mandi untuk cuci muka dan kebetulan hari ini aku masih belum tuntas dengan si merah - merah dari pedalaman.
Setelah itu aku mencuci botol minum kesukaanku, si kuning. Lalu setelah bersih, akupun mulai meneguk air minum penstabil konsentrasi. Ok selanjutnya aku mulai untuk menyentuh dan bersitatap dengan biologi dan tetap santai pada pelajaran basa sunda, kali ini aku tidak memikirkan bahasa inggris lagi yang semalam lebih dulu untuk ku jamah. Aku bersitatap dengan biologi sampai jam 6 pagi, lalu aku bersiap untuk mandi sebelum adik ku lebih dulu berkencan dengan toilet.
   Setelah beres mandi dan telah rapi, keren, serta wangi, lalu sarapan dengan disuapi sang ibu tercinta. Dan Ya Allah, waktu menunjukkan pukul 7 dan aku belum berangkat, dan aku pun belum memanaskan mesin motor yang kadang-kadang motorku, Timothy ini suka ngadat karena memang belum ganti air aki. Tapi, aku bersyukur sekali demi langit dan bumi, hari ini Timothy mengerti keadaan. Akupun berangkat sekolah dengan kecepatan  kupu-kupu apolo yang melintasi galaksi. 
   Akhirnya sampai disekolah, dan kini tempat parkir sudah terisi penuh kendaraan seperti biasanya. Dan aku mencari sedikit celah untuk posisi Timothy. Akhirnya dapat, dan bersiap untuk memasuki ruangan ulanganku. Dan sedikit lega meski ini sudah siang, setidaknya tidak sesiang hari kemarin bahwa bel pertama ulangan belum berdenting.
   Aku bersiap untuk pelajaran pertamaku, bahasa inggris. Seperti biasa, just do it with my best. Setelah usai di pelajaran pertama, lalu masuk ke pelajaran selanjutnya yaitu biologi yang sebelumnya telah terpotong waktu oleh istirahat. Kali ini aku tau, pengawas ini lebih amazing dari yang sebelumnya, tetapi bagiku pengawas manapun tak masalah. Dan sialnya, aku malah kebelet kencing untuk mata pelajaran kedua ini. Baik, untuk itu aku lebih meminta izin pada pengawas untuk ketoilet dibandingkan aku harus berperang dengan keringat dingin dan duduk tak nyaman ketika mengerjakan soal. Aku pun pergi. 
   Setelah tiba di kelas, akupun kembali untuk mengerjakan soal. Seiring berjalannya waktu, ketika aku asyik dengan soal - soal didepanku, sang pengawas menghampiri temanku yang akan memberikan jawaban ulangannya  ke teman yang lain. Well, dia kena marah dan telah mendapat kartu kuning di mata pelajaran biologi. Akhirnya, kelaspun menjadi semakin hening.
  Mata pelajaran kedua telah usai, bersiap dengan mata pelajaran ketiga yang memang kebetulan hari ini kebagian 3 mata pelajaran yaitu basa sunda. Aku mencoba menghafal dan membaca apa yang ingin aku baca, karena memang semalam aku tidak membaca sedikitpun mata pelajaran ini. 
Tibalah soal basa sunda itu dan ketika aku buka lembaran essaynya, Ya Allah, rasanya ingin nego tentang itu peribahasa sunda. Tapi, just do my best. Oke. Aku tetap mengerjakan soal itu yang emang aku ingin mengerjakannya. Dan setelah jam terakhir selesai, dan rasanya ingin segera menuju markas kesayanganku untuk bersimedi. 
  Dan kelas XI pun pulang lebih dulu dibanding kelas X yang memang hari ini kelas X menyisakan satu mata pelajaran lagi. Akupun menuju parkiran, lalu melesat bersama Timothy untuk meninggalkan sekolah. Sebelum pulang, aku menuju Raflesia, tempat percetakan photo untuk sedikit keperluan. Lalu setelah itu menuju rumah.
  Sampai. Ku bereskan semua peralatan sekolahku, dan mulai berganti pakaian. Setelah itu aku memasuki toilet untuk cuci kaki dan tangan serta cuci muka. Lalu aku makan siang. Setelah selesai, aku memasuki markasku, sampai ketiduran. Dan, tililit...tililit.. handphone ku berdering. Ada panggilan masuk dari temanku. Setelah aku angkat, lalu diseberang sana mematikannya. Rupanya dia Me-miss call. 
   Ya Allah, lagi - lagi aku kesorean dan telat bangun tidur. Hari ini aku ada jam les. Dengan kepala yang sedikit pening, aku bergegas menuju toilet. Setelah selesai, aku pergi ke rumah teman untuk berangkat ke tempat les. Aku sudah dua kali bangun kesorean untuk jam les. Dan kali ini kita telah telat 30 menit. Ketika selesai les, Aku dan temanku bersikeras untuk membeli jus disaat waktu sudah mulai magrib dengan situasi mendung dan angin yang cukup kencang. 
   Setelah sampai di rumah, aku harus bersiap kembali untuk pergi ke asrama bapak dan ibu ustad untuk membantu beliau dalam pengisian ijazah anak - anak diniyah. Well, sebenarnya aku membantu dengan senang hati tanpa minta balasan apapun tetapi aku malah mendapat uang tip. Sebelumnya aku menolak, tetapi beliau terus membujukku. Dan mungkin ini memang rezeki ku, untuk itu aku menyerah. Aku menerima uang tip itu lalu aku menyimpannya. Lalu aku pulang ke rumah.
   Aku membereskan buku - buku yang akan ku pelajari untuk mata pelajaran yang akan bersitatap denganku besok. Well, aku berharap aku tidak lagi mengkhianati alarmku untuk bangun lebih pagi.

   

0 komentar:

 
Copyright Beauty Archives 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .